Myaluzz's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tantangan Darwin & Tantangan Perkembangannya Januari 18, 2014

Filed under: Uncategorized — mya @ 10:03 am

MAKALAH

TANTANGAN DARWIN DAN TANTANGAN PERKEMBANGANNYA

 

ABSTRAK

Teori evolusi Darwin membahas bahwa nenek moyang manusia itu keturunan monyet, atau bahwa mahluk tingkat tinggi itu berasal dari mahluk tingkat rendah atau kemampuan untuk survive di alam ini mempengaruhi bentuk kehidupan dan ada kesesuaian-kesesuaian tertentu antara mahluk hidup satu dengan lainnya dengan melihat bentuk tulang belulangnya. Ide tentang terjadinya evolusi, di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori. Darwin (1858) mengajukan 2 teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat gradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasarkan hasilnya sendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru. Dalam perkembangannya teori evolusi Darwin mendapat tentangan dari berbagai golongan agama dan penganut teori penciptaan. Adanya tentangan ini menimbulkan adanya revolusi dari teori evolusi berupa “Neo Darwinian” dan “Modern sintesis”.

I.                   Latar belakang

Evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasiorganisme dari satu generasi kegenerasi berikutnya dalam waktu yang sangat lama. Mengenai masalah evolusi, tokoh yang terkemuka dalam teori ini adalah Charles Darwin. Ia melakukan ekspedisi ke lautan Galapagos, ia menemukan bahwa perbedaan bentuk paruh burung Finch disebabkan perbedaan jenis makanannya. Tahun 1858 Darwin mempublikasikan sebuah buku yang berjudul “The Origin of spesies”  yang memuat dua teori utama yaitu: 1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau. 2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam. Menurut Darwin, agen tunggal penyebab terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Hanya individu-individu yang memiliki sifat yang sesuai dengan lingkungannya saja yang dapat memenangkan persaingan dan akan hidup terus serta bertambah banyak. Sedangkan yang tidak sesuai, tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta akan kalah dan musnah.

Hingga saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori evolusi Darwin, terutama mereka dari kalangan agama. Secara ilmiah teori Darwin belum runtuh, sebelum ditemukannya buktibukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan tersebut.  Dalam perkembangannya teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama, dan penganut paham teori penciptaanUniversal Creation), dengan berbagai dukungan dan pengkayaanpengkayaan. Banyak yang tidak menerima bahwa segala jenis makhluk hidup, termasuk menusia berasal dari proses alam. Dengan berbagai perkembangan dalam ilmu biologi, seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift.

Berdasarkan uraian di atas maka diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai teori evolusi Darwin dan perkembangannya.

II.                Perumusan Masalah

“ Bagaimanakah perkembangan dari teori evolusi Darwin? ”

III.             Tujuan

1.      Mengetahui teori evolusi Darwin

2.      Mengetahui perkembangan teori evolusi Darwin

IV.             Pembahasan

Perkembangan Teori Evolusi Darwin

Beberapa pandangan teori evolusi menurut beberapa ahli sebagai berikut:

1.      Erasmus Darwin, menyatakan bahwa makhluk hidup berawal dari asal mula yang sama dan respon fungsional diwariskan kepada keturunannya.

2.      Count de Buffon, menyatakan bahwa variasi kecil yang terjadi karena pengaruh lingkungan diwariskan pada keturunannya sehingga terjadi penimbunan variasi.

3.      George Cuvier, menyatakan bahwa setiap masa diciptakan makhluk hidup yang berbeda.

4.      Jean Baptist de Lamarck, mengemukakan teori evolusi yang dikenal dengan “Ussed and Disused”. Lamarck mengemukakan teori evolusi dengan 2 ajarannya yaitu sebagai berikut:

a.       bahwa organ tubuh makhluk hidup yang digunakan akan berkembang, sedangkan yang tidak digunakan akan menyusut.

b.      perbedaan sifat yang diperoleh dari pengaruh lingkungan diwariskan kepada keturunannya.

5.     A.Weisman melakukan percobaan dengan memotong ekor tikus sampai 20 generasi, ternyata generasi ke 21 tetap berekor panjang. Dari hasil percobaan ini Weisman membantah membantah teori Lamarck dan menyatakan bahwa evolusi adalah seleksi alam terhadap faktor genetik.

Tokoh evolusi pertama yang pendapatnya diterima oleh dunia pengetahuan alam adalah Charles Robert Darwin, pendapatnya tercantum dalam buku yang diberi judul “On The Origin of The Species by Means of natural selection“. Di dalam buku ini termuat ajaran Darwin mengenai pokok–pokok evolusi yaitu:

1.      Bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk pada masa silam.

2.      Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Darwin mengemukakan pendapatnya dengan menyertakan bukti–bukti dan alasan yang menunjang pendapatnya. Teori Darwin mengenai evolusi didasarkan atas pokok–pokok pikiran antara lain:

·         Tidak ada dua individu yang sama.

·         Setiap populasi berkecendrungan bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup berkemampuan untuk berkembang biak.

·         Untuk perkembangbiakan perlu adanya makanan yang cukup.

·         Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.

Banyak hal dan pemikiran ahli lain yang mempengaruhi perkembangan teori Darwin, antara lain:

·         Ekspedisi ke lautan Galapagos ditemukan bahwa perbedaan bentuk paruh burung Finch disebabkan perbedaan jenis makanannya.

·         Geolog Charles Lyell (1830) menyatakan bahwa batu-batuan di bumi selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin, hal-hal tersebut kemungkinan mempengaruhi makhluk hidupnya. Pikiran ini juga didasarkan pada penyelidikannya pada fosil.

·         Pendapat ekonom Malthus yang menyatakan adanya kecendrungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat dari kenaikan produksi pangan. Hal ini menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup. Oleh Darwin hal ini dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan oleh para peternak untuk memperoleh bibit unggul.

·         Pendapat beberapa ahli seperti Geoffroy (1829), WC Wells (1813), Grant (1826), Freke (1851), dan Rafinisque (1836).

Hingga saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori evolusi Darwin, terutama mereka dari kalangan agama. Secara ilmiah teori Darwin belum runtuh, sebelum ditemukannya buktibukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan buku miliknya. Teori penciptaan pertama kali timbul dikalangan Kristen literalis yang tidak dapat menerima evolusi karena dianggap pertentangan dengan narasi kisah penciptaan tujuh hari pada kitab kejadian dalam perjanjian lama, namun belakangan muncul juga dikalangan islam misalnya penulis kenamaan dari turki yaitu Harun Yahya yang melakukan penolakan teori evolusi berdasarkan Al–Quran. Penyebab penolakan sebagian kalangan beragama tersebut mungkin disebabkan anggapan bahwa evolusi menghilangkan “peran tuhan” dalam penciptaan atau bahkan bahwa evolusi menyokong ateisme. Kendati evolusi sebagai sains tidak bias ikut campur persoalan tindakan Tuhan, yang berada dalam ranah keimanan dan di luar sains.

Secara umum, tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah:

a. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan (Universal Creation).

b. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain , Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxley (1825-1895).

c. Mendapat kritik dan pengkayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915), Fisher (1930), Dobzhansky (1937), Goldschmidt (1940) dan Mayr (1942).

Dengan berbagai perkembangan dalam perkembangan dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian Teori Evolusi Darwin diperkaya. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift. Oleh karenanya teori evolusi yang sekarang kita seirng disebut Neo-Darwinian atau Modern Systhesis.

Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (Neo Darwinian) terjadi karena adanya:

a. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.

b. Perubahan dan genotype yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.

c.Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan (DNA/RNA).

d. Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.

e. Generasi berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.

V.                Kesimpulan

Evolusi menjelaskan perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka waktu yang lama.

Charles Darwin mengemukakan dalam bukunya “On The Origin of The Species”mengenai pokok–pokok evolusi yaitu:

1.      Bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk pada masa silam.

2.      Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

VI.             Daftar Pustaka

http://www.gudangmateri.com/2011/01/sejarah-dan-perkembangan-teori-evolusi.html diakses pada tanggal 29 September 2011

Drs. Bambang Agus Suripto, SU., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM). http://grelovejogja.wordpress.com/2007/12/03/teori-evolusi-charles-darwin diakses pada tanggal 6 Oktober 2011

http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi diakses pada tanggal 6 Oktober 2011

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s