Myaluzz's Blog

Just another WordPress.com weblog

kodok (kodok sawah) Mei 29, 2010

Filed under: sains — mya @ 7:46 am

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Kodok dan Katak

Kodok (bahasa Inggris: frog) dan katak alias bangkong (b. Inggris: toad) adalah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia. Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Adapun perbedaan antara keduanya adalah:

Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor (anura: a tidak, ura ekor). Kodok umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang.

Sebaliknya katak atau bangkong berkulit kasar berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya pendek, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh. Pada beberapa jenis katak, sisi tubuhnya terdapat lipatan kulit berkelenjar mulai dari belakang mata sampai di atas pangkal paha yang disebut lipatan dorsolateral. Katak mempunyai mata berukuran besar, dengan pupil mata horisontal dan vertikal. Pada beberapa jenis katak, pupil matanya berbentuk berlian atau segi empat yang khas bagi masing-masing kelompok. Pada kebanyakan jenis, binatang betina lebih besar daripada yang jantan. Ukuran katak dan kodok di Indonesia bervariasi dari yang terkecil hanya 10 mm, dengan berat hanya satu atau dua gram sampai jenis yang mencapai 280 mm dengan berat lebih dari 1500 gram (Iskandar, 1998).

2.1.2 Kodok sawah

Kodok sawah ialah sejenis katak yang banyak hidup di sawah-sawah, rawa, parit dan selokan, sampai ke rawa-rawa bakau. Nama ilmiahnya Fejervarya cancrivora, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai marsh frog, rice-field frog atau crab-eating frog; nama yang terakhir diberikan karena kegemaran kodok ini memangsa ketam sawah (Lat. cancer ketam, vorare makan, memangsa). Orang Jawa menyebutnya sebagai kodok ijo, karena banyak juga di antaranya yang berwarna kehijauan. Nama daerah yang lain di antaranya adalah kodok cina (Betawi.) dan bangkong dingdang (Sunda.). Hewan jantan dewasa sekitar 60 mm dan betina dewasa sekitar 70-80 mm; namun yang terbesar bisa sampai dengan 120 mm SVL (snout to vent length, dari moncong ke anus). Spesimen yang kecil agak sukar dibedakan dari kodok tegalan (F. limnocharis).

2.1.3 Klasifikasi Kodok Sawah

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Ranidae
Genus: Fejervarya
Bolkay, 1915
Spesies: F. cancrivora

Kodok sawah dimasukkan ke dalam ordo Anura. Nama anura mempunyai arti tidak memiliki ekor (anura: a tidak, ura ekor). Seperti namanya, anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. (Duellman and Trueb, 1986).

Family Ranidae ini sering disebut juga katak sejati. Bentuk tubuhnya relatif ramping. Tungkai relatif panjang dan diantara jari-jarinya terdapat selaput untuk membantu berenang. Kulitnya halus, licin dan ada beberapa yang berbintil. Gelang bahu bertipe firmisternal. Pada kepala tidak ada pematang seperti pada Bufo. Mulutnya lebar dan terdapat gigi seperti parut di bagian maxillanya. Sacral diapophysis gilig. Fertilisasi secara eksternal dan bersifat ovipar. Famili ini terdiri dari 36 genus. Adapun contoh spesiesnya adalah: Rana chalconota, Rana hosii, Rana erythraea, Rana nicobariensis, Fejervarya cancrivora, Fejervarya limnocharis, Limnonectes kuhli, Occidozyga sumatrana. ( Eprilurahman, 2007 ).

2.1.4 Fisiologi, Morfologi dan Anatomi

2.1.4.1 Ciri Umum

Katak adalah bilateral simetris, dengan bagian sisi kiri dan kanan equal. Bagian tengah disebut medial, samping/lateral, badan muka depan adalah ujung anterior, bagian belakang disebut ujung posterior, bagian punggung atau dorsal, sedang bagian muka ventral. Bagian badan terdiri atas kepala/ caput, kerongkongan/ cervik, dada/ thorax atau pectoral, perut atau abdomen, pantat pelvis serta bagian kaudal pendek (Kastowo, 1982: 32).

Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti). Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti) (Radiopoetro, 1996: 474).

Dari segi anatomi, katak mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruang yang berbeda dari makhluk hidup darat yang terdiri dari 4 ruang dan makhluk hidup air seperti ikan yang hanya terdiri dari 2 ruang. Katak dan kodok pada umumnya mempunyai organ-organ yang sangat khusus untuk menunjang kehidupannya. Diantaranya adanya pulmo untuk kehidupan di darat, kulit berlendir dan kaki berselaput untuk memudahkan berenang di air, 2 lubang hidung yang berhubungan langsung dengan cavum oris yang digunakan untuk bernapas ketika katak dan kodok ini berada di dalam air.

Kepala dan badan lebar bersatu, ada dua pasang kaki atau anggota, tak ada leher dan ekor. Bagian dalam ditutupi dengat kulit basah halus lunak. Kepala mempunyai mulut yang lebar untuk mengambil makanan, 2 lubang hidung/ nares externa yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam pernapasan, 2 mata yang besar spherik, dibelakangnya 2 lubang pipih tertutup oleh membrane tympani yang berfungsi sebagai telinga untuk menerima gelombang suara. Tiap mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput mata bening membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Di bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisa-sisa makanan yang tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma dari alat reproduksi (Kastowo, 1982: 32 )

2.1.4.2 Ciri Khusus

a. Kulit dan Kelenjar Kulit

Kulit amphibi sangat penting dalam respirasi dan proteksi. Kulit yang tipis fleksibel membagi bagian luar badan untuk melindungi organisme terhadap penyakit, berfungsi dalam pernapasan, penyerapan air, sebab katak tidak pernah minum. Di lengkapi dengan kelenjar mukosa yang menyebabkan kulit terjaga kelembabannya, bagi spesies yang hidup di air, mukus memberikan minyak pelumas bagi tubuh. Sebagian besar memiliki kelenjar granular dan kelenjar mukus. Keduanya mirip, akan tetapi hasil produksinya berbeda. Kelanjar granular memproduksi zat abnoxious atau racun untuk melindungi diri dari musuh. Keduanya dikelompokkan sebagai kelenjar alveolar (kelenjar yang tidak mempunyai saluran pengeluaran, tetapi produknya di keluarkan lewat dinding selnya sendiri secara alami). Kelenjar racun dapat menimbukan iritasi pada kulit (Sukiya, 2005: 47).

b. Warna Tubuh

Amphibi mempunyai beragam warna dari hijau terang, orange dan emas, ada pula yang berwarna merah dan hijau namun jarang ditemukan. Warna tubuh ini bisa disebabkan oleh karena pigmen atau secara struktural atau dihasilkan oleh keduanya. Pigmen pada amfibi terletak pada kromatofora di kulit. Sel pigmen ini biasa dinamakan menurut jenis pigmen yang dikandung. Melanofora mengandung pigmen coklat dan hitam dan lipofora mengandung pigmen merah, kuning dan orange. Amfibi juga mempunyai pigmen yang disebut guanofora, mengandung kristal guanin yang dapat memproduksi efek putih terang.

c. Alat Gerak (appendages)

Secara umum katak jumlah jari tungkai depan biasanya empat jari dan tungkai belakang lima jari. Pada tungkai belakang memanjang yang berpotensi untuk melompat. Kadang-kadang dijumpai jari tambahan sebagai prehaluk pada sisi ventral kaki. Prehaluk ini pada Spadefoot (katak penggali tanah) berupa tulang-tulang keras yang digunakan untuk menggali tanah sebagai tempat bersembunyi (Radiopoetro, 1996: 474).

Ciri Khusus pada Katak Sawah

-          Bentuk Tubuh

Jenis kodok ini dikenal sebagai kodok hijau atau kodok sawah. Ciri utamanya adalah bentuk timpanium bulat utuh tanpa ada lapisan kulit yang menutupi. Diameter timpanium sekitar separuh diameter mata. Selaput renang pada jari tangan tidak ada, sedangkan pada jari kaki hanya menjangkau ¾ dari panjang jari tengah (jari paling panjang). Pada punggung terdapat banyak guratan yang  menonjol dan memanjang.

-          Warna Tubuh

Punggung umumnya berwarna lumpur kecoklatan, dengan bercak-bercak gelap tidak simetris berwarna gelap. Warna punggung sangat bervariasi dari warna hijau muda sampai hijau tua atau coklat muda sampai coklat tua. Garis terang terpanjang punggung kadang ada kadang tidak, karena hanya merupakan variasi individu. Terkadang terdapat warna hijau lumut terang pada spesimen-spesimen yang besar. Sisi tubuh dan lipatan paha dengan bercak-bercak hitam. Tangan dan kaki kerap bercoreng-coreng. Bibir berbelang hitam.

-          Alat Gerak

Terdapat lipatan-lipatan kulit tipis memanjang di atas punggung, serupa jalur bintil atau pematang. Kaki dengan selaput renang yang penuh sampai ke ujung jari, kecuali pada jari kaki keempat. Bintil metatarsal tunggal, terdapat di sisi dalam (pangkal jari pertama) kaki, memanjang bentuknya. Kodok yang bertubuh kecil sampai agak besar, gempal, dengan kaki yang kuat dan paha yang berotot besar.

2.1.4.3 Reproduksi

Pada saat bereproduksi katak dewasa akan mencari lingkungan yang berair. Disana mereka meletakkan telurnya untuk dibuahi secara eksternal. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan mencari nutrisi yang dibutuhkan dari lingkungannya, kemudian berkembang menjadi dewasa dengan bentuk tubuh yang memungkinkannya hidup di darat, sebuah proses yang dikenal dengan metamorfosis. Tidak seperti telur reptil dan burung, telur katak tidak memiliki cangkang dan selaput embrio. Sebaliknya telur katak hanya dilindungi oleh kapsul mukoid yang sangat permeabel sehingga telur katak harus berkembang di lingkungan yang sangat lembab atau berair. Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun.

Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong, yang bertubuh mirip ikan gendut, bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil.

Kodok dan katak kawin pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat bulan mati atau pada ketika menjelang hujan. Pada saat itu kodok-kodok jantan akan berbunyi-bunyi untuk memanggil betinanya, dari tepian atau tengah perairan. Suara keras kodok dihasilkan oleh kantung suara yang terletak di sekitar lehernya, yang akan menggembung besar manakala digunakan.

Telur kodok

Dua ekor berudu

Kodok tegalan dewasa

Proses perkawinan secara eksternal dilakukan di dalam perairan yang tenang dan dangkal. Di musim kawin, ditemukan fenomena unik yang disebut dengan amplexus, yaitu katak jantan yang berukuran lebih kecil menempel di punggung betina dan mendekap erat tubuh betina yang lebih besar. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Perilaku tersebut bermaksud untuk menekan tubuh betina agar mengeluarkan sel telurnya sehingga bisa dibuahi jantannya. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina. Amplexus bisa terjadi antara satu betina dengan 2 sampai 4 pejantan di bagian dorsalnya dan sering terjadi persaingan antar pejantan pada musim kawin. Siapa yang paling lama bertahan dengan amplexusnya, dia yang mendapatkan betinanya. (Duellman and Trueb, 1986).

2.1.5 Makanan

Kodok memangsa berbagai jenis serangga yang ditemuinya. Kodok kerap ditemui berkerumun di bawah cahaya lampu jalan atau taman, menangkapi serangga-serangga yang tertarik oleh cahaya lampu tersebut. Semua amfibi adalah karnivora. Makanannya terutama terdiri dari Arthropoda, cacing dan larva serangga, terutama untuk jenis kecil. Jenis yang lebih besar dapat memakan binantang yang lebih kecil, seperti ikan kecil, udang, kerang, katak kecil atau katak muda, dan bahkan kadal kecil. Namun kebanyakan berudu katak adalah herbivora, kecuali berudu Kaloula dan Kalophrynus sama sekali tidak makan, dan sepenuhnya mendapat makanan dari kuning telur yang tersedia. Berudu Occidozyga bersifat karnivora, terutama memakan larva serangga dan cacing tanah. Berudu biasanya makan di dasar perairan dan beberapa jenis mencari makan di permukaan air.

2.1.6 Mekanisme Pertahanan

Amfibi tidak mempunyai alat fisik untuk mempertahankan diri. Pada beberapa jenis katak mempunyai geligi seperti taring di bagian depan rahang atas sebagai alat pertahanan diri dengan cara menggigit musuhnya. Katak dan kodok juga mempunyai kaki belakang yang lebih panjang daripada kaki depan, yang berfungsi untuk melompat dan menghindar dari bahaya.

Alat lain yang efektif sebagai pertahanan diri adalah kulit yang beracun. Banyak jenis Bufonidae dan Ranidae mampunyai kelenjar racun yang tersebar di permukaan kulit dan tonjolan-tonjolan, misalnya Dendrobates pumilio. Beberapa jenis dari suku Microhylidae mempunyai kulit yang sangat lengket sehingga predator menjauhinya dan bahkan ada yang menghasilkan semacam lendir pekat yang lengket, sehingga mulut pemangsanya akan melekat erat dan susah dibuka.

2. 2 Habitat dan Penyebaran Kodok Sawah

Kodok yang sering dijumpai di daerah berawa, khususnya dekat lingkungan buatan manusia: kebun yang becek, sawah, saluran air; namun agak jarang di aliran sungai. Juga merupakan satu-satunya jenis amfibia modern yang mampu hidup di daerah yang berair payau dan hutan bakau.

Kebanyakan aktif di waktu gelap dan pagi hari, di siang hari kodok ini berlindung di balik rerumputan atau celah di pematang atau tebing saluran air; dan tiba-tiba melompat ke air apabila hendak terpijak. Pada malam hari, terutama sehabis hujan turun, kodok jantan berbunyi-bunyi memanggil betinanya dari tepi air: …dododododok.. dododok, dengan ritme cepat. Namun alih-alih berbunyi bersama, kodok-kodok jantan ini saling menyendiri.

Kodok hijau dapat hidup di hutan primer hingga area persawahan. Di hutan primer jenis ini sedikit dijumpai, akan tetapi berlimpah di persawahan karena sawah merupakan habitat buatan manusia yang sangat disukainya (Inger & Lian, 1996). Kodok hijau akan sangat berlimpah pada saat umur padi masih muda, karena ketersediaan air masih banyak dan menggenangi semua permukaan tanah petak persawahan. Kelimpahannya akan menurun sejalan dengan menyusutnya persediaan air dan menuainya tanaman padi. Persawahan merupakan habitat kodok hijau berkembang biak, mencari makan dan tumbuh dewasa, jadi seluruh siklus hidupnya berlangsung di tempat ini. Kodok ini dapat dijumpai pada ketinggian tempat antara 0-1500  meter dari permukaan laut (dpl) (Kurniati, 2000, kurniati, 2003, Liem, 1973). Pada umumnya mereka dijumpai melimpah di  areal persawahan yang terletak pada dataran rendah ( 0-300 meter dpl ). Dari kelompok suku Ranidae, hanya F.cancrivora yang dapat beradaptasi dengan air payau.

Penyebaran kodok hijau cukup luas, mulai dari pantai selatan Cina, India, Asia Tenggara termasuk Filipina ( IUCN, 2006 )  dan  ditemukan sebagai jenis pendatang di Papua ( Monzier, 2006).

2.3. Manfaat

-          Sebagai bahan makanan

Daging kodok adalah sumber protein hewani yang tinggi kandungan gizinya. Limbah kodok yang tidak dipakai sebagai bahan makanan manusia dapat dipakai untuk ransum binatang ternak, seperti itik dan ayam.

Kulit kodok yang telah terlepas dari badannya bisa diproses menjadi kerupuk kulit kodok.

Kodok sawah juga sering dicari orang untuk diambil pahanya yang gemuk, untuk dijadikan masakan swike (swie kee, ayam air) yang lezat di restoran tionghoa. Sudah sejak lama kodok dikenal manusia sebagai salah satu makanan lezat. Di rumah-rumah makan Tionghoa, masakan kodok terkenal dengan nama swie kee. Disebut ‘ayam air’ (swie: air, kee: ayam) demikian karena paha kodok yang gurih dan berdaging putih mengingatkan pada paha ayam. Selain itu, di beberapa tempat di Jawa Timur, telur-telur kodok tertentu juga dimasak dan dihidangkan dalam rupa pepes telur kodok.

-          Merangsang pembuahan buatan

Kepala kodok yang sudah terpisah dapat diambil kelenjar hipofisanya dan dimanfaatkan untuk merangsang kodok dalam pembuahan buatan. Daging kodok dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit.

-          Indikator pencemaran lingkungan

Katak berperan sangat penting sebagai indikator pencemaran lingkungan. Tingkat pencemaran lingkungan pada suatu daerah dapat dilihat dari jumlah populasi katak yang dapat ditemukan di daerah tersebut. Latar belakang penggunaan katak sebagai indikator lingkungan karena katak merupakan salah satu mahluk purba yang telah ada sejah ribuan tahun lalu. Jadi katak tetap exist dengan perubahan iklim bumi.

-          Sebagai pengasil devisa negara

Indonesia adalah negara pengekspor terbesar daging paha kodok. Mulai dari jenis penghuni sawah (Fejervarya spp) hingga penghuni perairan berarus deras (Limnonectes spp) yang umumnya berukuran besar (macrodon).

Selain itu, kodok juga sebagai komoditas ekspor bahan baku sarung tangan—dari jenis kodok berkulit kasar (Bufo spp) yang dagingnya mengandung racun. Aktivitas ekspor tersebut menghasilkan devisa negara.

BAB III

KESIMPULAN

Kodok dan katak termasuk kedalam kelas amphibia yang merupakan hewan vertebrata pertama yang hidup di darat dan peralihan dari perairan ke daratan. Sebagian besar siklus kehidupan pertamanya dihabiskan di dalam air dari bentuk larva kecebong yang bernafas dengan insang luar dan mengalami metamorphosis anak katak dan bernafas dengan paru-paru ketika dewasa.

Katak dan kodok mempunyai ciri khusus berupa;

-          Kulit dan kelenjar, kulit dan kelenjar ini penting dalam respirasi dan proteksi. Pada beberapa kodok atau katak kulit ini dapat mengeluarkan kelenjar racun.

-          Warna tubuh, terdapat variasi warna pada berbagai macam amfibi, hal ini dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat pada kromatofora kulit. Warna ini juga dapat digunakan sebagai proteksi.

-          Alat gerak, Pada tungkai belakang memanjang yang berpotensi untuk melompat.

-          Pada kodok sawah, terdapat ciri utama yaitu bentuk timpanium bulat utuh tanpa ada lapisan kulit yang menutupi.

Katak sawah mempunyai ciri punggung umumnya berwarna lumpur kecoklatan, dengan bercak-bercak tidak simetris berwarna gelap. Sisi tubuh dan lipatan paha dengan bercak-bercak hitam. Tangan dan kaki kerap bercoreng-coreng. Bibir berbelang hitam.

Mempunyai keistimewaan, merupakan satu-satunya jenis amfibia modern yang mampu hidup di daerah yang berair payau dan hutan bakau.

Adapun manfaat dari kodok dan katak dapat digunakan sebagai bahan makanan baik oleh manusia maupun hewan, dapat digunakan pula untuk merangsang pembuahan buatan untuk katak betina dan dapat meningkatkan devisa negara.

DAFTAR PUSTAKA

Sukiya. 2003. Biologi Vertebrata.Universitas Negeri Yogyakarta : JICA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kodok_dan_katak

http://id.wikipedia.org/wiki/Kodok_sawah

http://www.iptek.net.id/ind/warintek

http://muhammad-ariefrahman.blogspot.com

http://didik-abd.blogspot.com

http://ksh.biologi.ugm.ac.id

http://teknologitinggi.wordpress.com/2008/12/17

 

7 Responses to “kodok (kodok sawah)”

  1. Harris Herawan Berkata

    Kodok sekarang mulai langka di kampung saya

    • mya Berkata

      yyaaa,,,keberdaan kodok di wilayh tertentu memang akan mjdi langka…apalgi di daerah yang menjadi tempat perburuan kdok diambil dagingnya untuk santapan “sweekie”,,, kdok akan mjdi langka…

  2. Harris Herawan Berkata

    Kenapa banyak dibuu,padahal hewan ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem

  3. Afandy Syaputra Berkata

    makasih atas smuanya yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

  4. stani Berkata

    hewan ap si yang tergolong dalam simetri spherik..?

    • mya Berkata

      Terdapat pada hewan yang bentuk tubuhnya bulat seperti bola kebanyakan terdapat pada protozoa khususnya pada kelompok-kelompok protozoa homoxoni. Misalnya : Noctiluca miliaris, Actinosperium.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.